Pemikiran Perjalanan

Tentang Senja dan Pelabuhan

By on 10 Mei 2018

Siang itu, sengaja Aku menuju selatan Jakarta untuk melihat-lihat sebuah Galeri otomotif mobil antik. Sekitar 2 jam perjalanan. Sedikit perjuangan untuk menemukan lokasi yang ternyata berada di sebuah perumahan mewah. Bertanya, berdebat, dan bersedih. Tak boleh masuk karena belum ada janji dengan pemilik, yang ternyata adalah studio dan galeri milik pribadi-tidak dibuka untuk umum.

Gagal. Tidak, bukan gagal. Sedikitnya informasi mengenai tempat ini membuat siapapun akan merasakan hal sama; seperti Aku.

Kemana Kau pergi jika mengalami hambatan? Kendala? Kegagalan? Kesedihan? banyak dari kita akan menjawab kembali, dan coba lagi lain kali. Seketika Aku ingat kemana harus berlabuh jika kita dihadang badai dalam berlayar. Menuju Utara dengan waktu tempuh sekitar 40 menit, Aku mencari laut. Mencari pelabuhan yang cukup terkenal, yang sudah lama ingin Ku kunjungi di utara Jakarta.

Bukan hal mudah bagi sebagian orang untuk mengubah arah perjalanan 180° ketika mereka mengalami hambatan atau kesedihan untuk kemudian berbalik  arah ke belakang mencari hal lain yang berbeda, yang mampu membuat lupa kesedihan sebelumnya. Banyak dari kita terpaku pada kesedihan dan tidak berusaha mencari bahagia lain. Padahal, jika satu pintu tertutup, masih ada pintu lainnya, dan pintu yang tertutup tidak selamanya terkunci.

Tepat pada senja, Aku tiba. Di utara Jakarta, Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pelabuhan Sunda Kelapa.

Tentang pelabuhan, sebuah tempat dimana kapal bertambat, sebagai gerbang suatu wilayah, sebagai penghubung dengan dunia luar. Semacam terjadi lecutan dalam pikiran dan sindiran kehidupan, Pelabuhan membuatmu kagum dan menyesal karena telah bersedih.

Penuh kapal kayu berjejer, menjadi siluet membelakangi matahari yang undur diri. Tidak banyak aktifitas senja ini, awak kapal duduk berbincang sambil menghisap racun tembakau. Beberapa dari mereka terlihat memeriksa sauh dan tali. Senja dan pelabuhan adalah pelipur lara. Semua sedihmu hilang, tertinggal di gerbang pelabuhan. Senja dan pelabuhan akan menghipnotismu, memberi rasa tenang dan nyaman. Senja kubingkis tanpa bungkus. Karena langit lebih tulus dari kertas kado mana pun. Tentang senja dan pelabuhan.

 

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Pangeran Es
Central Jakarta, DKI

Namaku Aditya. Kau sudah tahu Aku tidak akan memberitahumu nama lengkapku. Aku juga tidak akan memberitahumu di mana Aku tinggal. Aku akan memberitahumu sejauh yang aku bisa, karena kau perlu tahu apa yang sedang berlangsung. Kau perlu tahu apa yang sedang terjadi.